KEAJAIBAN ISRA MI`RAJ (3)


Subhanallah
Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya dari Masjidil haram ke Masjidil Aqsa yang penuh kebaikan dan keberkahan untuk memperlihatkan kepada hamba-Nya tercinta, Sayyidina Rasulullah Muhammad SAW.
Perjalanan besar untuk suatu misi yang besar, memenuhi panggilan Ilahiyyah dengan iringan ribuan malaikat yang bersuka cita berkesempatan menghantarkan sekaligus mengawal perjalanan suci nan mulia.

Alam dihias penuh kemegahan dan kemewahan dan seluruh penghuni alam jagat raya sangat menantikan kesempatan untuk memandang wajah mulia hamba dan kecintaan Allah SWT. Manusia yang menjadi Sayyidnya alam semesta Nabi Agung Muhammad SAW. Sepanjang perjalanan para malaikat bershalawat dan salam, karena keingin tahuan mereka para malaikat kepada baginda Nabi Muhammad SAW, mereka bermohon kepada beliau SAW, ”Ya Sayyidi ya Rasulullah.. palingkan wajah muliamu kepada kami, agar kami dapat menyaksikan keelokan parasmu,” dengan kewibawaannya Rasulullah SAW menjawab, “bahwasanya seorang manusia yang telah sampai kepada kedudukan setinggi itu, tidaklah layak dan pantas berpaling kepada yang selain Allah SWT”.
Maka dengan khusu, hudur dan sukur, wajah mulia beliau terus menatap kedepan untuk satu tujuan penghadapan, sambil lisan beliau yang suci terus menghaturkan sanjungan dan pujian kepada Allah SWT.
Buroq dibawah kendali malaikat Jibril yang perkasa dengan navigator malaikat Mikail terus bergerak cepat melebihi kecepatan cahaya dan ketika itu Allah SWT berkenan untuk memperlihatkan realita-realita kehidupan semua makhluk. Ayat-ayat Allah yang agungpun begitu sempurna diterima oleh nabi kita Muhammad SAW.
Diantara ayat-ayat Allah SWT yang beliau ketahui, bahwasanya dalam perjalanan beliau SAW mendengar suara yang memanggil dari arah kanan dan kiri, kemudian dari arah depan ada seorang perempuan dengan bermacam-macam perhiasan ditubuhnya.
Malaikat jibrilpun menjelaskan bahwa panggilan dari arah kanan adalah panggilan Yahudi, panggilan dari arah kiri merupakan panggilan Nasrani, serta perempuan berhias adalah panggilan dunia. Jika saja Rasulullah SAW memenuhi salah satu panggilan tersebut, maka umatnya mengikuti ajakannya. Rasulullah juga bertemu dengan seorang pemuda tampan mengenakan pakaian yang indah, kemudian pemuda tersebut mencium kening Rasulullah SAW yang mulia dan setelah itu dia menghilang. Menurut malaikat Jibril pemuda tersebut adalah symbol agama islam yang memberitakan kegembiraan bahwa umatnya akan hidup dan mati dalam keadaan beragama Islam.
Rasulullah SAW melihat suatu kaum yang sedang memukuli kepalanya dengan batu sampai hancur, setelah hancur kepala itu kembali seperti semula, begitu seterusnya.
Malaikat Jibril menjelaskan bahwa mereka adalah kaum-kaum yang meninggalkan Shalat, kaum yang meninggalkan zakat dilihat sebagai orang-orang yang memakan tumbuh-tumbuhanan Zakun(tumbuhan neraka sejenis tumbuhan kaktus dipadang pasir) yang merunduk seperti binatang ternak. Pelaku zina terlihat sebagai pemakan daging busuk, ahli-ahli pidato yang pandai berbicara tanpa beramal, kelak dineraka akan mengguntingi lidahnya sendiri dengan gunting api dan masih banyak lagi pemandangan yang beliau saksikan sepanjang perjalanan. (baca kitab Sarah Qisatul Mi`raj karya Syeikh Ahmad Ad-Dardiri).
Rasulullah SAW dalam perjalanan Isra, beberapa kali diajak turun ditempat-tempat tertentu dan melakukan shalat dua raka`at. Tempat-tempat tersebut adalah:
1. Thayyibah, sekarang lebih terkenal dengan sebutan Madinaturrasul Al-Munawarah.
2. Bukit tursina, yang pernah menjadi tempat percakapan secara langsung Nabi Musa as dengan Allah SWT.
3. Baitullahmi, bumi tempat lahirnya nabi Isa as.
4. Syajaratu Musa di Madyan, pohon yang pernah digunakan menjadi tempat berteduhnya nabi Musa as.
5. Masjidil Aqsa, dimasjid ini beliau shalat berjamaah dengan para nabi dan Rasulullah SAW menjadi imam, sejak itulah beliau disebut Imamul Anbiya wal Mursalin.
Pertemuan dengan para Anbiya wal Mursalin sekaligus shalat berjamaah dengan mereka, melahirkan rasa syukur tak terhingga dihati nabi yang mulia. Beliapun menghaturkan pujian yang agung dan indah untuk Allah `Azza wa Jalla:
“Segala puji bagi Allah SWT, yang telah mengutusku sebagai rahmat bagi alam semesta, mengutusku untuk semua manusia sebagai pembawa berita gembira, kebahagiaan dan sebagai pembawa berita ancaman dan azab. Segala puji bagi Allah SWT, yang telah menurunkan Al-Quran, didalamnya termaktub penjelasan segala sesuatu. Segala puji bagi Allah SWT, yang telah menjadikan umatku sebaik-baik umat yang dikeluarkan untuk semua manusia dan Allah telah menjadikan umatku umat yang paling benar, serta pujian kepada Allah yang telah menetapkan umatku sebagai yang terdahulu masuk surga dan yang terakhir dilahirkan kedunia. Segala puji bagi Allah SWT, yang telah melapangkan dadaku, menghilangkan dosa-dosaku, mengangkat penyebutan namaku dan yang telah menjadikan aku sebagai Al Fatih(pembuka) dan Al Khatim(penutup)”.
Kemudain malaikat Jibril memberikan beberapa jenis minuman, Rasulullah SAW memilih meminum susu yang menjadi pertanda bahwa umat Rasulullah SAW akan tetap berada dalam fitrahnya.
Setelah semua ritual di Masjidil Aqsa selesai, Buroqpun ditambatkan, maka diturunkan Mi`raj, suatu tangga dialam malakut yang memanjang dari langit ke Baitul Muqaddas. Tangga ini biasa digunakan olah para malaikat untuk membawa arwah kaum mu`minin menuju Tuhannya, kemudian bersama malaikat Jibril as, Rasulullah SAW naik kelangit melewati Mi`raj dengan kecepatan tak terhingga sehingga sampailah dilangit pertama yang terbuat dari emas, terkunci dengan cahaya dan pembukanya hanyalah lafadz Allah yang Agung.
Dengan penuh suka cita dan kegembiraan, malaikat panjaga mempertanyakan kepada malaikat Jibril, gerangan siapa yang datang bersamanya. Malaikat jibril memberitahukan bahwa dirinya datang bersama Nabi Muhammad SAW. Dahaga kerinduan atas cinta kepada Rasulullah SAW serta penantian panjang untuk suatu pertemuan terindah, serentak para malaikat menyambut penuh kebahagiaan yang tiada Tara: “Marhaban bihi wa ahlan, wahai kekasih yang telah diagungkan pangkatnya dan dimuliakan melebihi semua saudara dan khalifah, selamat datang wahai saudara dan khalifah terbaik, engkau adalah sebaik-baik orang yang kedatangannya sangat dinantikan”.
Dilangit kesatu, nabi Muhammad SAW bertemu dan disambut oleh nabi Adam as, “Selamat datang wahai anak yang shalih dan nabi yang shalih”. Setelah segala urusan dilangit pertama, beliapun memperoleh gelar kehormatan sebagai nabi yang paling shalih dan mulia. Maka dikenakanlah busana kebesaran yang bertuliskan:

هُوَالَّذِى بَعَثَ فىِ الْاُمِّيِّينَ رَسُوْلاَ مِّنْهُمْ يَتْلُوْ عَلَيْهِم آيَاتِهِ

Dialah Allah yang telah mengutus kepada kaum yang ummy seorang Rasul yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka.
Perjalananpun diteruskan kelangit kedua yang tercipta dari zamrud putih, disini Rasulullah SAW bertemu dengan nabi Isa as dan nabi Yahya as yang dengan gembira menyambut dengan hangat, “Selamat datang wahai saudara dan nabi yang shalih”.
Dilangit kedua, Rasulullah SAW memperoleh kemuliaan melebihi kemuliaan semua nabi dan Rasul, beliaupun diberi busana kebesaran yang bertuliskan:

وَمَا اَرْسَلْنَاكَ اِلاَّ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ

Tiadalah engkau diutus melainkan sebagai rahmat semua alam semesta.
Setelah selesai, maka naiklah Rasulullah SAW dan malaikat Jibril as kelangit ketiga yang tercipta dari besi dan beliau bertemu dengan nabi Yusuf as, dilangit ketiga beliau memperoleh kebanggaan yang banyak dan dikenakan busana yang bertuliskan:

يَا اَيُّهَا النَّبِيُّ اِنَّا اَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَاشِرًا وَنَذِيْرًا

Wahai nabi, engkau kami utus sebagai saksi, pembawa berita gembira dan ancaman.
Mi`raj berikutnya adalah kelangit keempat yang tercipta dari tembaga, beliau SAW bertemu dengan nabi Idris as, beliau memperoleh gelar kehormatan sebagai nabi yang istananya paling bercahaya dialam malakut, menerima baju kebesaran yang bertuliskan:

اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِى اَنْزَلَ عَلَى عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَجًا

Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kitab bagi hamba-Nya dan tidaklah menjadikan baginya kebengkokan.
Seterusnya beliau naik kelangit lima dan bertemu dengan nabi Harun as, maka beliau ditetapkan sebagai nabi yang senantiasa bertambah keagungannya dan diberi pakaian kebesaran bertuliskan:

إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ

Sesungguhnya Allah SWT dan para Malaikat senantiasa bershalawat atas nabi Muhammad SAW.
Selanjutnya beliau SAW naik kelangit enam dan bertemu dengan nabi Musa as, beliau SAW memperoleh segala kemuliaan dan mengenakan baju kebesaran bertuliskan:

لَقَدْجَاءَكُمْ رَسُوْلٌ مِنْ اَنْفُسِكُمْ

Sungguh telah datang kepada kamu sekalian seorang Rasul dari jenis kamu sekalian.
Kemudian perjalanan berlanjut sampai langit ketujuh yang terbuat dari Yaqut merah, nabi SAW bertemu dengan nabi Ibrahim as dan semua yang ada menjadi rendah dibawah kebesaran nabi Muhammad SAW. Beliaupun mengenakan pakaian kemuliaan bertuliskan:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيْرُ

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Setelah langit ketujuh malaikat Jibrilpun bermohon diri kepada Rasululllah SAW dan mempersilahkan kepada Rasul SAW melanjutkan perjalanan sendiri, dengan pengawalan dan penjemputan langsung oleh kekuasaan Allah SWT. Setelah melewati Sidratul Muntaha, Kursi dan `Arsy, sampailah beliau SAW kesuatu tempat yang dikhususkan untuk nabi SAW menghadap kepada Allah SWT Sang Maha Pencipta, ditempat terhormat yang tak satupun makhluk diizinkan memasukinya kecuali Rasul SAW. Kemudian Rasulullah SAW dengan khusyu`, hudur dan khudu` memuji Allah SWT :

تُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلهِاَلتَّحِيَّا

Semua kehormatan, keberkahan, kerahmatan dan kebaikan-kebaikan, secara mutlak hanyalah bagi Allah SWT.
Dengan cinta Ilahiah, Allah SWT menerima dan memberikan salam:

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ اَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

Keselamatan, kerahmatan dan keberkahan senantiasa tetap untukmu wahai nabi
Dengan ta`dzim penuh rasa syukur dan permohonan Rasulullah menerima salam Allah SWT:

اَلسَّلاَمُ عَلَيْنَ وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ

Semoga kami dan seluruh hamba-hamba yang shalih memperoleh keselamatan.
Maka dilangit malaikat Jibrilpun mengucapkan dua kalimat syahadat:

اشهد ان لا اله الا الله واشهد ان محمدا رسول الله

Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan yang disembah hanyalah Allah SWT dan Muhammad adalah utusan Allah SWT.
Bergemuruhlah para malaikat bershalawat :

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد

Inilah Isra wal Mi`raj, peristiwa diwajibkannya shalat lima waktu yang ditetapkan oleh Rasulullah SAW sebagai Mi`rajnya kaum mu`min. Kebesaran, keagungan, kemuliaan serta keindahannya sangatlah sulit diVisualisasikan dan semoga sedikit tulisan ini menjadi pengantar kepada kaum muslimin untuk lebih memahami dan lebih meyakini kebenaran Isra wal Mi`raj nabi kita, nabi agung, Nabi Muhammad SAW.
Wallahu A`lam…

0 komentar:

Posting Komentar