Google dan Twitter Tembus Blokade Informasi Di Mesir

Cyber Sabili-Kairo. Menanggapi kondisi terkini bahwa semua akses internet di Mesir telah diblokir rezim diktator Mubarak, Google mengatakan Senin petang (31/1/2011), mereka telah menyiapkan cara untuk mengirim pesan melalui Twitter layanan microblogging yang juga bisa digunakan untuk jaringan telepon.
Google bekerja sama dengan Twitter dan SayNow, sebuah perusahaan spesialis jasa Startup Sosial Platform dan Suara Online, untuk segera membuka akses internet dan telepon secepatnya. Sehingga memungkinkan bagi siapa pun untuk tweet dengan meninggalkan pesan di salah satu dari tiga nomor telepon. 
"Kita sangat terpukau dengan apa yang terjadi di Mesir, dan memikirkan apa yang bisa kami lakukan untuk membantu orang-orang di lapangan," kata Manajer Produk Google, Abdel Karim Mardini dan pendiri SayNow, Ujjwal Singh, dalam blog mereka.
Kedua menambahkan, selama akhir pecan ini, kami datang dengan membawa ide layanan untuk “berbicara-to-tweet”, sehingga siapapun bisa tweet hanya menggunakan sambungan suara.
Mereka juga menyebutkan, mail suara bisa diakses melalui tiga nomor telepon, yakni +16504194196, +390662207294, atau +97316199855. “Dengan mengirim pesan suara melalui tiga nomor itu, kami akan langsung mengkonversi ke dalam pesan teks dan disebut sebagai tweets.
Selanjutnya pesan ini diumumkan di Twitter dengan hashtags mengindikasikan # Mesir. “Hashtags Twitter dimaksudkan sebagai istilah pencarian sehingga orang dapat lebih mudah menemukan komentar yang berhubungan dengan topik tertentu atau peristiwa,” lanjut mereka.
Selain itu, orang juga bisa menghubungi nomor yang sama untuk mendengarkan pesan atau mendengar secara online di twitter.com/speak2tweet. "Kami berharap  ini akan membantu orang-orang di Mesir tetap terhubung pada kondisi apapun yang sangat sulit," kata Singh dan Mardini. "Pikiran kami sama dengan semua orang yang ada di sana," tambah mereka.
Google untuk sementara juga menolak mengomentasi laporan bahwa salah satu direktur pemasaran di Mesir, Wael Ghonim, telah hilang sejak Jumat malam (18/1/2011).
"Kami sangat peduli pada keselamatan karyawan kami, tapi untuk melindungi privasi mereka, kami tidak mengomentari mereka secara individu," tegas Juru Bicara Raksasa Internet California di respon email untuk penyelidikan AFP ini. (Al-Jazeera/AFP/Dwi)

0 komentar:

Posting Komentar